Ada pepatah mengatakan bahwa kesehatan manusia terletak pada perut. Bila perut dijejali dengan makanan yang baik dan sehat, tentu akan sehat pula seluruh tubuh manusia. Namun, bila perut manusia itu selalu dijejali dengan makanan yang mengandung sampah, racun, ataupun zat-zat yang sangat membahayakan tubuh, maka tentu saja perut akan menjadi bom waktu bagi kesehatan tubuh. Bom waktu itu pun sewaktu-waktu akan meledak dengan munculnya berbagai penyakit.
Kelebihan kolesterol dan lemak jahat akan menghambat peredaran darah dari dan menuju jantung, dan juga ke seluruh tubuh. Bila aliran darah menuju jantung tersumbat, maka dapat dipastikan bahwa penyakit jantung akan mengintai. Bahkan, seseorang dapat mati mendadak apabila terkena serangan jantung koroner yang orang awam menyebutnya sebagai penyakit angin duduk. Penyakit jantung koroner inilah pembunuh manusia nomor satu di jagat raya.
Bila aliran darah dari dan ke jantung mengalami hambatan, tentu kinerja jantung akan semakin cepat dan tidak teratur. Karena begitu cepatnya jantung memompa darah, maka muncullah tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Akhirya, pecahnya pembuluh darah tersebut dapat menimbulkan penyakit memetikan yag bernama stroke. Pembunuh manusia paling berbahaya setelah jantung dan kanker.
Tidak hanya itu makanan juga bisa menyebabkan kanker pada manusia, terutama kanker saluran pencernaan. Misalnya, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang diasap atau diasamkan (dalam bentuk acar) dapat meningklatkan resiko terjadinya kanker lambung. Beberapa penlitian juga mengungkapkan bahwa pola makan tinggi lemak meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar, rahim dan payudara.
Peminum alkohol memiliki resiko yang tinggi terhadap kanker. Konsumsi alkohol sebanyak dua gelas atau lebih per hari dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker mulut, kerongkongan, hati dan payudara. Risiko kanker tersebut akan meningkat lagi bila disertai merokok atau menggunakan produk tembakau.
Segala penyakit yang diterangakan di atas tentu bermula dari asupan makanan, minuman, rokok dan berbagai zat luar ke dalam tubuh. Lalu, makanan seperti apakah yang menjadi racun bagi tubuh?
Seperti yang telah disinggung, makanan sampah atau junk food, adalah salah satu penyebab mengapa racun mengendap dalam tubuh. Namun ironisnya, pola konsumsi junkfoood menjadi tren di masyarakat kita. Entah itu sebagai gaya hidup, prestise, demi alasan kepraktisan, efisiensi hidup ataupun alasan-alasan lain yang menjadi pembenar untuk mengkonsumsi makanan sampah tersebut.
Selain makanan sampah, gaya hidup juga membenarkan dikonsumsinya alkohol, rokok dan bahkan narkoba. Semakin ruwetnya permasalahan manusia, tentu akan semakin membuat manusia stress dan mengalami depresi. Sebagai salah satu hiburan untuk segala derita dan depresinya, orang memilih berhura-hura ke berbagai tempat gemerlap yang sudah pasti menawarkan rokok, alkohol dan juga narkoba.
Sekarang tinggal terserah anda. Gaya hidup mana yang anda inginkan.
Mari kita rubah gaya hidup kita yang selama ini kurang baik menjadi baik dan yang sudah baik kita tingkatkan supaya menjadi lebih baik lagi...
Kelebihan kolesterol dan lemak jahat akan menghambat peredaran darah dari dan menuju jantung, dan juga ke seluruh tubuh. Bila aliran darah menuju jantung tersumbat, maka dapat dipastikan bahwa penyakit jantung akan mengintai. Bahkan, seseorang dapat mati mendadak apabila terkena serangan jantung koroner yang orang awam menyebutnya sebagai penyakit angin duduk. Penyakit jantung koroner inilah pembunuh manusia nomor satu di jagat raya.
Bila aliran darah dari dan ke jantung mengalami hambatan, tentu kinerja jantung akan semakin cepat dan tidak teratur. Karena begitu cepatnya jantung memompa darah, maka muncullah tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Akhirya, pecahnya pembuluh darah tersebut dapat menimbulkan penyakit memetikan yag bernama stroke. Pembunuh manusia paling berbahaya setelah jantung dan kanker.
Tidak hanya itu makanan juga bisa menyebabkan kanker pada manusia, terutama kanker saluran pencernaan. Misalnya, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang diasap atau diasamkan (dalam bentuk acar) dapat meningklatkan resiko terjadinya kanker lambung. Beberapa penlitian juga mengungkapkan bahwa pola makan tinggi lemak meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar, rahim dan payudara.
Peminum alkohol memiliki resiko yang tinggi terhadap kanker. Konsumsi alkohol sebanyak dua gelas atau lebih per hari dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker mulut, kerongkongan, hati dan payudara. Risiko kanker tersebut akan meningkat lagi bila disertai merokok atau menggunakan produk tembakau.
Segala penyakit yang diterangakan di atas tentu bermula dari asupan makanan, minuman, rokok dan berbagai zat luar ke dalam tubuh. Lalu, makanan seperti apakah yang menjadi racun bagi tubuh?
Seperti yang telah disinggung, makanan sampah atau junk food, adalah salah satu penyebab mengapa racun mengendap dalam tubuh. Namun ironisnya, pola konsumsi junkfoood menjadi tren di masyarakat kita. Entah itu sebagai gaya hidup, prestise, demi alasan kepraktisan, efisiensi hidup ataupun alasan-alasan lain yang menjadi pembenar untuk mengkonsumsi makanan sampah tersebut.
Selain makanan sampah, gaya hidup juga membenarkan dikonsumsinya alkohol, rokok dan bahkan narkoba. Semakin ruwetnya permasalahan manusia, tentu akan semakin membuat manusia stress dan mengalami depresi. Sebagai salah satu hiburan untuk segala derita dan depresinya, orang memilih berhura-hura ke berbagai tempat gemerlap yang sudah pasti menawarkan rokok, alkohol dan juga narkoba.
Sekarang tinggal terserah anda. Gaya hidup mana yang anda inginkan.
Mari kita rubah gaya hidup kita yang selama ini kurang baik menjadi baik dan yang sudah baik kita tingkatkan supaya menjadi lebih baik lagi...