14.8.09

Mengganti Kebiasaan Sehar-hari

Posted by Abu Azzam On 11.22 No comments
Siapa bilang hanya penampilan diri saja yang perlu diganti atau dikembangkan. Kebiasaan dan gaya hidup juga perlu diganti, apalagi bila kebiasaan itu lebih banyak sisi negatif dibanding sisi positifnya. Berikut ini adalah beberapa tips "Serba GANTI", untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.

1. GANTI CEMILAN

Kripik singkong, kacang, dan cheese stik, merupakan daftar cemilan yang pastinya sering menemani Anda menikmati acara TV favorit Anda. Tak terasa, sudah begitu banyak kalori yang menyebabkan tubuh menjadi melar. Sudah waktunya Anda ganti kebiasaan itu dengan cemilan yang lebih sehat seperti buah-buahan. Selain mengandung serat, buah-buahan juga kaya vitamin A, B, dan C.

2. GANTI MINUMAN

Minuman ringan memang amat menyegarkan dikala panas, namun tahukah Anda bahwa dalam 1 kaleng soda saja mengandung ± 7 sendok teh gula pasir. Konsumsi gula pasir berlebih dapat menyebabkan kegemukan dan diabetes. Coba ganti kebiasaan itu dengan lebih banyak mengkonsumsi jus buah segar.

3. GANTI MINYAK GORENG

Isi dapur siapa yang tidak ada minyak gorengnya? Selain untuk goreng-gorengan, tumis-tumisan pun tak lepas dari minyak goreng. Namun minyak goreng yang biasa kita pakai adalah minyak sawit yang tinggi asam lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kolesterol "jahat" LDL. Untuk alternatif yang lebih sehat, ganti dengan minyak jagung yang kaya dengan asam lemak tak jenuh ganda, yang lebih bersahabat dengan jantung Anda!

4. GANTI GULA

Coba ingat-ingat berapa kilo gula pasir yang Anda beli setiap bulannya. Tak kurang dari 5 kg? Untuk urusan gula, Anda juga tidak boleh memandang remeh. Berdasarkan data BPS tahun 2003, tingkat konsumsi gula rata-rata di Indonesia mencapai 13-15% dari total asupan kalori harian. Padahal, untuk pola makan yang sehat, WHO telah menyarankan maksimum6-10% saja.
Setiap sendok gula pasir yang Anda konsumsi akan meningkatkan resiko komplikasi diabetes. Ingin tetap manis tapi sehat? Mulai ganti gula pasir dengan Gula Rendah Kalori atau bisa juga diganti dengan madu yang bisa Anda nikmati dengan minuman panas maupun dingin. Tetap manis dan nikmat serta sehat.

Bagaimana dengan kebiasaan Anda?...

Siapkah kita mengganti pola konsumsi kita sehari-hari menuju Hidup yang lebih sehat?....

6.8.09

Junk Food atau bisa juga kita sebut makanan sampah sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan berbagai unsur yang apabila dikonsumsi berlebihan dan dalam intensitas yang sering, maka dapat membahayakan tubuh.

Kandungan yang ada dalam makanan sampah tersebut adalah :

1. Lemak Jenuh

Sebagai hasil olahan industri makanan, junk food biasanya banyak mengandung lemak jenuh. Oleh karena itu, harganya sangat murah dan ketika dipanaskan dapat bertahan pada temperatur tinggi. Bahayanya, lemak jenuh bisa menjadi biang kegemukan dan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. apabila kondisi tersebut terjadi pada seseorang, maka masalah kesehatan serius lainnya pun akan terpicu. Kanker, penyakit jantung, dan stroke adalah contoh penyakit yang diakibatkan oleh kandungan lemak jenuh tinggi.

2. Garam

Garam atau monosodium klorida
atau natrium klorida merupakan kandungan junk food yang juga perlu disikapi hati-hati. Kadar Garam yang baik untuk dikonsumsi adalah tidak lebih dari 5 gram per hari, dan sangat dianjurkan bagi orang dewasa yang memiliki tekanan darah normal. sementara itu, kandungan garam pada junk food biasanya relatif tinggi
Kita memang membutuhkan zat perasa ini untuk membantu fungsi metabolisme tubuh. Namun, bila berlebihan mengonsumsi penghilang rasa hambar tersebut, maka resiko tekanan darah tinggi akan meningkat.

3. Gula

Kandungan junk food lainnya yang tak kalah tinggi adalah gula.
Minuman ringan, biskuit, kue, dan permen mengandung gula yang tidak sedikit. Kendati secara tidak langsung berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes, kelebihan gula dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas pada usia muda.
Masalah kesehatan lainnya yang bisa disebabkan oleh kadar gula berlebihan adalah tooth decay atau kerusakan gigi, mengurangi level kolesterol berguna, meningkatkan kadar lemak dalam darah yang berhubungan dengan diabetes, dan penyakit jantung.

4. Penambah Cita Rasa atau Zat aditif Sintetis

Zat lain yang terkandung dalam junk food secara berlebihan adalah bahan tambahan atau zat aditif.
Umumnya zat aditif ini digunakan untuk mengawetkan dan mempertahankan warna, rasa, dan bentuk.
Apa sebenarnya penambah cita rasa atau zat aditif sintetis yang bisa menimbulkan cita rasa tersebut?
Pada dasarnya zat aditif sintetis ini adalah sejenis natrium atau sodium yang menjadi sumber utama garam dapur dan vetsin atau MSG (Monosodium Glutamat). Nah, unsur inilah yang menjadi penggugah selera makanan cepat saji atau junk food.

24.7.09

Gaya Hidup Masakini

Posted by Abu Azzam On 14.16 No comments
Ada pepatah mengatakan bahwa kesehatan manusia terletak pada perut. Bila perut dijejali dengan makanan yang baik dan sehat, tentu akan sehat pula seluruh tubuh manusia. Namun, bila perut manusia itu selalu dijejali dengan makanan yang mengandung sampah, racun, ataupun zat-zat yang sangat membahayakan tubuh, maka tentu saja perut akan menjadi bom waktu bagi kesehatan tubuh. Bom waktu itu pun sewaktu-waktu akan meledak dengan munculnya berbagai penyakit.

Kelebihan kolesterol dan lemak jahat akan menghambat peredaran darah dari dan menuju jantung, dan juga ke seluruh tubuh. Bila aliran darah menuju jantung tersumbat, maka dapat dipastikan bahwa penyakit jantung akan mengintai. Bahkan, seseorang dapat mati mendadak apabila terkena serangan jantung koroner yang orang awam menyebutnya sebagai penyakit angin duduk. Penyakit jantung koroner inilah pembunuh manusia nomor satu di jagat raya.

Bila aliran darah dari dan ke jantung mengalami hambatan, tentu kinerja jantung akan semakin cepat dan tidak teratur. Karena begitu cepatnya jantung memompa darah, maka muncullah tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Akhirya, pecahnya pembuluh darah tersebut dapat menimbulkan penyakit memetikan yag bernama stroke. Pembunuh manusia paling berbahaya setelah jantung dan kanker.

Tidak hanya itu makanan juga bisa menyebabkan kanker pada manusia, terutama kanker saluran pencernaan. Misalnya, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang diasap atau diasamkan (dalam bentuk acar) dapat meningklatkan resiko terjadinya kanker lambung. Beberapa penlitian juga mengungkapkan bahwa pola makan tinggi lemak meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar, rahim dan payudara.

Peminum alkohol memiliki resiko yang tinggi terhadap kanker. Konsumsi alkohol sebanyak dua gelas atau lebih per hari dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker mulut, kerongkongan, hati dan payudara. Risiko kanker tersebut akan meningkat lagi bila disertai merokok atau menggunakan produk tembakau.

Segala penyakit yang diterangakan di atas tentu bermula dari asupan makanan, minuman, rokok dan berbagai zat luar ke dalam tubuh. Lalu, makanan seperti apakah yang menjadi racun bagi tubuh?
Seperti yang telah disinggung, makanan sampah atau junk food, adalah salah satu penyebab mengapa racun mengendap dalam tubuh. Namun ironisnya, pola konsumsi junkfoood menjadi tren di masyarakat kita. Entah itu sebagai gaya hidup, prestise, demi alasan kepraktisan, efisiensi hidup ataupun alasan-alasan lain yang menjadi pembenar untuk mengkonsumsi makanan sampah tersebut.

Selain makanan sampah, gaya hidup juga membenarkan dikonsumsinya alkohol, rokok dan bahkan narkoba. Semakin ruwetnya permasalahan manusia, tentu akan semakin membuat manusia stress dan mengalami depresi. Sebagai salah satu hiburan untuk segala derita dan depresinya, orang memilih berhura-hura ke berbagai tempat gemerlap yang sudah pasti menawarkan rokok, alkohol dan juga narkoba.

Sekarang tinggal terserah anda. Gaya hidup mana yang anda inginkan.

Mari kita rubah gaya hidup kita yang selama ini kurang baik menjadi baik dan yang sudah baik kita tingkatkan supaya menjadi lebih baik lagi...