5.9.09


Stres dan distres merupakan indikator tingkat kesehatan mental manusia. Mental kita disebut sehat jika kita bisa mengatur dan memanipulasi pengaruh stres tanpa menimbulkan ketidak seimbangan pada diri sendiri. Sebaliknya mental kita akan dianggap sakit, jika kita gagal beradaptasi dengan stres.

Ketidak mampuan menghadapi stres akan berdampak pada berbagi gangguan jiwa dan raga. Salah satunya adalah depresi. Depresi ini memang ada yang disebabkan oleh faktor genetis, namun faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Lynn Rehm, Ph.D., tenaga pengajar psikologi di Unversitas Houston, mengatakan bahwa depresi sedikit banyak juga dipengaruhi oleh hal-hal lain di luar genetis, seperti kondisi keuangan, kesehatan, dan juga faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi resiko Anda mengalami depresi, ia menyarankan untuk:

1. Mengenali Gejala-Gejala Klinis Depresi

Gejala-gejala Depresi mliputi rasa sedih, kesulitan berkonsentras, kurang energi, gangguan tidur atau insomnia, mengalami gangguan nafsu makan (atau malah telalu banyak makan), rendah diri, merasa tidak berdaya dan tidak punya harapan, serta selalu ingin bunuh diri. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya anda langsung memeriksakan diri. Pengobatan dini akan mempercepat proses penyembuhan depresi.

2. Membangun Hubungan Sosial yang Bersifat Sportif

Penelitian terbaru di Universitas Oregon menemukan bahwa wanita depresi yang memiliki dukungan sosial tidak memadai, atau tidak memiliki banyak hubungan sosial yang positif, cenderung tetap mengalami depresi walaupun telah memperoleh pengobatan medis. Karenanya, jika Anda memiliki seseorang atau siapa pun yang bisa mmbuat nyaman saat Anda sedang menghadapi masalah, maka risiko Anda mengalami Depresi cukup rendah.

3. Membangun Pola Pikir yang Selalu Optimis

Depresi, seringkali, berhubungan langsug dengan pola pikir yang selalu pesimis, atau merasa tidak punya harapan. Jika Anda terbiasa melihat segala sesuatu yang terjadi pada diri nda secara pesimis, cobalah untuk menerima kelemahan-kelemahan Anda. Lantas belajarlah untuk lebih mengharga diri sendiri, dan berhentilah menyalahkan diri jika melakukan kekeliruan.

4. Mengkonsumsi Ikan

Penelitian menunjukan bahwa mengkonsumsi banyak lemak esensial, terutama Omega-3 yang terdapat pada ikan Salmon dan Sarden,bisa membantu mengaasi depresi dan gangguan bipolar. Jadi, jangan ragu untuk memulai hobi makan ikan atau mengkonsumsi suplemen yang mengandung Omega-3.

5. Olahraga

Dengan Berolahraga seara teratur, fisik Anda kan lebih sehat. Olahraga juga bisa meningkatkan rasa prcaya diri dan kemampuan Anda dalam memecahkan masalah. Dengan demikian, olahraga daat membantu mengatasi depresi.
Para peneliti di Duke University Medical Center membandingkan efektifitas latihan aerobik, penggunaan antidepresan, dan kombinasi keduanya pada 156 penderita depresi berat. Setelah empat bulan, ketiga grup mengalami perkembangan signifikan. Namun setelah 10 bulan, grup yang terus melakukan latihan aerobik, secara teratur mengalami penurunan intensitas kambuh yang signifikan dibandingkan grup yang hanya mendapatkan antidepresan.

0 komentar:

Posting Komentar